Wednesday, March 21, 2012

Jadilah Seperti Air

Puji kita kepada yang Maha Kuasa, atas titah-Nya menciptakan manusia dengan berbagai macam kebutuhannya dari yang terkecil sampai yang terbesar. Alam dengan keindahan panoramanya, air yang mengalir mengikut arus perjalanannya, bumi berputar pada porosnya, matahari penerang cahaya kehidupan, siang malam silih berganti, bumi sebagai tempat bercocok tanam bagi manusia untuk mempersiapkan diri memasuki dunia yang “hakiki”. Semuanya merupakan tanda kebesaran Allah yang diperlihatkan kepada manusia untuk berpikir, menelaah, meneliti dan mengkaji dengan tujuan mengenal Sang Pencipta.

Sebagaimana kita ketahui bersama sepotong ayat yang banyak termaktub dalam al-Quran; afala tatafakkaruun, afala tubsiruun, afala ta’qiluun dan banyak ayat-ayat lain yang disebutkan didalam al-Quran. Ini beberapa ayat yang Allah tunjukan kepada manusia agar manusia berpikir dengan akalnya untuk mengenal Sang Pencipta dan ciptaan-Nya. Air adalah zat cair yang diciptakan oleh Allah untuk keperluan semua makhluk yang bernyawa didunia ini.
Tiada hari manusia tidak memerlukan air tapi terkadang manusia sebagai makhluk yang lemah. Tatkala hujan terus menerus manusia mengeluh “kog hujan gak berhenti-henti sih aku gk bisa kuliah, aku gk bisa kerja” dan tatkala kemarau panjang manusia juga mengeluh “panas klilah gk ujan-ujan gini, mana air sungai kering lg, ntuk minum jg gk da air” begitulah kodrat manusia yang tidak berpikir dengan karunia Allah.
Air merupakan senyawa yang paling banyak yang ada dalam tubuh manusia, bahkan air senyawa yang paling banyak dimuka bumi ini. Hampir 70% bahagian bumi dtutupi oleh air. Air bersifat lembut, cair seolah-olah tidak punya kekuatan apa-apa tetapi air juga dapat menghentakkan dunia ini. Sebagaimana kita saksikan bersama peristiwa besar banjir besar yang melanda umat Nabi Nuh as, tsunami pada 26 desember 2004 yang telah berlalu membuat dunia tercengang dengan peristiwa yang maha dahsyat itu.
Ajaibnya air ini bisa menjadi obat seperti air zam zam, air dapat menyucikan jiwa seseoarang sebagaimana kita wudhu ketika hendak melakukan shalat. Salah satu senyawa menyucikan jiwa dan jasad kita sebelum dan hendak kembali kepada yang Maha Kuasa adalah air. Betapa banyak manfaat dari air, saya mengatakan air adalah sosok makhluk Allah yang mempunyai sifat-sifat yang agung yang dititahkan oleh-Nya. Air mencerminkan sedih, iba, gundah, bersih, suci, lembut bahkan juga marah. Apakah sifat-sifat itu yang ada dalam diri manusia? Tentu, itu adalah sifat-sifat manusia karena dalam diri manusia terdapat air sebagai unsur yang paling banyak. Air tidak pernah mengeluh dengan perlakuan manusia, air tidak meminta balas budi manusia. Mengapa manusia mengeluh dengan kelebihan dan kekurangan air? Mengapa manusia tidak melihat kekurangan dan kelebihan dalam dirinya? Mengapa manusia tidak bersifat seperti air yang mulia dengan manfaat-manfaatnya? Mengapa dan mengapa?.
Wallahuálam.

*mudah-mudahan bermanfaat sebagai renungan kita bersama.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment

Entri Populer